Hujan yang mengguyur sebagian besar wilayah di Kabupaten Sinjai menyebabkan terjadinya longsor di sejumlah titik pada wilayah Kecamatan Sinjai Tengah dan Sinjai Barat. Dari dua wilayah Kecamatan yang berada pada dataran tinggi tersebut, longsor terparah terjadi di Kecamatan Sinjai Barat pada Minggu, (04/07) dini hari, dengan titik longsor ada pada dusun Kasuarang I dan II, Desa Balakia serta Poros Desa Bonto Salama –Turungang Baji.
Pantauan news media center dilokasi longsor serta informasi yang di terima dari aparat pemerintah setempat, Senin (05/07), sedikitnya terdapat 17 titik longsor di Kecamatan tersebut. Dari semua titik longsor yang ada, 3 diantaranya termasuk daerah yang terkena dampak cukup parah yakni Kasuarang, Balakian dan Bonto Salama.
“Khusus untuk dusun Kasuarang yang merupakan jalur utama penghubung Kabupaten Sinjai dengan Kabupaten Gowa, tepatnya pada Kilometer 44, longsor sepanjang ± 200 meter material longsor menutupi badan jalan, dengan endapan lumpur mencapai lutut orang dewasa, selain itu adanya bongkahan batu besar yang dikelilingi endapan lumpur di antara dua titik longsor tersebut menyebabkan poros jalan tidak dapat dilewati kendaraan, walau roda dua sekalipun” jelas Plt. Camat Sinjai Barat, Agung Budi Prayogo, M.Si.
Sementara itu, kata Agung, di dusun Kasuarang II, badan jalan selain tertutupi oleh serpihan batu bercampur lumpur, juga di dipenuhi tumpukan batang bambu yang memang sangat banyak tumbuh di lokasi tersebut. “Kami bersama aparat TNI, warga setempat dan dibantu oleh alat berat dari dinas Prasarana Wilayah Sulsel melakukan pembersihan material longsor dengan extra hati-hati, sebab kita harus pula memperhatikan keselamatan warga yang bermukim pada dasar lembah areal longsor ini, sebab bila dilakukan pembersihan secara sembarangan maka sangat dimungkinkan mereka itu akan terkena material longsor berupa endapan lumpur dan pecahan batu” katanya.
Titik longsor terparah kedua berada di Desa Bonto Salama dengan tumpukan endapan lumpur menutupi badan jalan sepanjang ± 100 meter hingga memutuskan jalur transportasi menuju desa Turungan Baji. Sampai saat ini (Senin, 05/07) masih di lakukan upaya membuka akses jalan dengan mengerahkan alat berat serta juga bantuan dari warga masyarakat sekitar. Adapun pada daerah perbatasan di dusun Manipi Sinjai Barat – Malino Kabupaten Gowa, jalur transportasi juga terputus akibat jembatan penghubung di perbatasan mengalami kerusakan pada ujung jembatan (putus).
Proses pembersihan pada titik longsor di jalur utama penghubung Kabupaten Sinjai dan Gowa (Kasuarang I dan II) telah selesai di lakukan pada sore hari, (sekitar pukul 17.00 WITA, Senin 05 Juli 2010) setelah tertutup selama kurang lebih 32 jam. “Walaupun demikian, pembukaan jalan masih dalam taraf awal sehingga kendaraan yang akan melewati harus tetap hati-hati serta harus melaluinya dengan sistem satu arah untuk menghindari pertemuan kendaraan, khususnya roda empat pada titik longsor. Ini kita tekankan mengingat lokasi longsor masih di penuhi sisa endapan lumpur yang mengakibatkan jalanan menjadi sangat licin, serta masih di khawatirkan terjadi longsor susulan akibat curah hujan yang turun dalam beberapa hari kedepan dapat menimbulkan adanya pergerakan tanah di sekitar lokasi” ucap Muh, Arifin, tim tehniks dari Dinas Prasarana Wilayah Propinsi Sulawesi Selatan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar